Showing posts with label Tentang Islam. Show all posts
Showing posts with label Tentang Islam. Show all posts

Thursday, March 31, 2016

Pengertian Husnuzan, Fungsi dan Manfaatnya dalam Kehidupan

Husnuzan, Husnudzan, Prasangka Baik, Positive Thinking

Pengertian Perilaku Husnuzan / Husnudzan
Husnuzan menurut bahasa berasal dari lafal bahasa Arab 'husnun' yang artinya baik dan 'adzzhonnu' yang artinya prasangka. Kata husnudzan berarti prasangka baik yang merupakan lawan dari su'udzan atau prasangka buruk. Sedangkan secara istilah, husnuzab adalah setiap pikiran, anggapan dan prasangka baik terhadap orang lain.

Membiasakan berperilaku husnusan atau berpasangka baik dalam kehidupan merupakan hal yang penting. Kita dapat melakukannya terhadap sesama muslim atau lainnya selama mereka tidak mengusik dan mendzolimi kita. Apabila setiap orang telah terbiasa menerapkan perilaku husnuzan terhadap sesamanya, maka insya Allah akan terwujud masyarakat yang harmonis, rukun dan saling menjaga. Tidak ada lagi masalah yang timbul karena prasangka-prasangka buruk (su'uzan) telah dihilangkan diantara mereka.

Hukum Husnuzan Terhadap Sesama
Hukum berhusnuzan terhadap sesama manusia adalah mubah atau diperbolehkan. Ketika kita berhusnudzan pada orang lain, berarti kita telah menganggap bahwa orang itu baik. Sebaliknya, jika kira berprasangka buruk (su'uzan) terhadap orang lain, artinya kita menganggap orang tersebut bersalah, hal ini tentu dilarang dalam agama. Husnuzan dalam kehidupan sehari-hari akan membawa dampak positif, sedangkan terbiasa su'uzan akan membawa dampak negatif dalam kehidupan kita maupun orang lain.

Bentuk-bentuk Husnuzan
Husnuzan dapat dilakukan terhadap Allah swt, diri sendiri, dan orang lain. Namun yang paling utama adalah berhusnudzan kepada Allah swt. Mengapa demikian? karena Allah-lah yang telah melimpahkan berbagai karunia dan kasih sayang-Nya kepada kita sebagai manusia, diantaranya Allah memberi kita kehidupan, memberi nikmat sehat, iman dan islam kepada kita, dan apapun lainnya yang telah Allah berikan kepada kita. Semua pemberian Allah yang kita terima harus senantiasa kita sikapi dengan selalu berprasangka baik kepada Allah swt. Bentuk-bentuk perilaku husnudzan kepada Allah antara lain selalu bersyukur kepada Allah dan bersikap sabar terhadap segala permasalahan yang terjadi dalam hidup kita.

Kemudian setelah berhusnudzan terhadap Allah swt, kita harus pula berprasangka baik atau berhusnudzan kepada diri sendiri. Husnuzan terhadap diri sendiri yaitu berbaik sangka terhadap segala kemampuan yang dimiliki oleh diri kita sendiri dan juga usaha yang telah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri orang yang berhusnudzan terhadap dirinya sendiri diantaranya memiliki rasa percaya diri, selalu berusaha secara maksimal, selalu berpikir positif dan rela berkorban. Dengan senantiasa berprasangka baik terhadap diri sendiri, niscaya kita akan selalu memiliki semangat yang tinggi untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

Selain berhusnudzan kepada Allah swt dan diri sendiri, kita juga diperintahkan untuk berhusnudzan kepada orang lain. Husnudzan terhadap orang lain berarti menganggap atau memandang orang lain itu baik. Orang yang memiliki sikap husnudzan terhadap orang lain, niscaya hidupnya akan memiliki banyak teman, disukai kawan dan disegani lawan. Sebaliknya, Allah melarang kita untuk merprasangka buruk kepada orang lain dengan mencari-cari kesalahan orang lain apalagi sampai menggunjingnya. Sebagaimana firman Allah swt.:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain..." (Q.S. Al-Hujurat: 12)

Dampak Positif / Manfaat Husnuzan
Islam telah menganjurkan umatnya agar senantiasa menjaga prasangka baik terhadap orang lain, karena sesungguhnya menyimpan prasangka buruk terhadap orang lain termasuk perbuatan tercela. Husnuzan merupakan salah satu contoh akhlaq, sifat atau perilaku terpuji yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain membawa kebaikan pada orang lain, Husnuzan juga akan membawa kebaikan terhadap diri sendiri. Sebagaimana firman Allah berikut:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Artinya: "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri..." (Q.S. Al-Isra: 7)

Diantara dampak positif atau manfaat dari membiasakan berhusnuzan dalam kehidupan, yaitu:
1. Dicintai oleh Allah swt.
2. Mendapat ketenangan hidup.
3. Membentuk pribadi yang tangguh, tidak mudah putus asa dan selalu optimis.
4. Dijauhkan dari hal-hal buruk dan perbuatan munkar.
5. Mempererat tali persaudaraan sehingga terjalin ukhuwah yang mantab antar sesama muslim.
6. Mendapat timbal balik yang baik dari orang lain yang telah kita husnuzani.

Tuesday, July 7, 2015

Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar beserta Artinya

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tentang Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar dalam bahasa Arab lengkap dengan artinya atau terjemahannya. Lailatul Qadar seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya merupakan malam yang penuh kemuliaan, malam ini hanya terjadi satu kali saja, yakni 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal-tanggal ganjil, seperti pada malam ke 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Doa Malam Lailatul Qadar

Baca Juga: 7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Berbicara tentang keistimewaan ataupun kemuliaan malam lailatul qadar maka tentu kita sebagai umat muslim yang bertaqwa ingin mendapatkan malam lailatul qadar. Untuk itu, sudah sepatutnya kita untuk memperbanyak beribadah pada malam itu, berdoa, dan berdzikir kepada Allah swt. Berhubungan dengan itu kali ini saya akan berbagi mengenai doa yang dibaca pada malam lailatul qadar dalam tulisan arab, tulisan latin, hingga arti/terjemahannya, bagi Anda yang belum tahu silahkan simak di bawah ini.

Berikut Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar beserta Artinya:

Dari 'Aisyah r.a. ia berkata, "Aku pernah berkata "Wahai Rasulullah, jika saya tahu yang mana malam lailatul qadar, maka apa do'a yang harus saya ucapkan?" Rasulullah saw. menjawab: "Bacalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

"Allahumma Innaka 'Afuwwun, Tuhibbul 'Afwa Fa'fu'anni"
Artinya: "Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai orang yang memaafkan, maka maafkanlah aku." (H.R. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850)
Demikianlah artikel tentang Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar beserta Artinya, semoga artikel yang saya bagikan kali ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Monday, July 6, 2015

7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Pada postingan atau artikel kali ini saya akan membahas tentang 7 Keutamaan Malam Lailatur Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan, artinya pada malam tersebut terdapat berbagai macam kemuliaan yang diberikan Allah kepada para hamba-Nya. Kita sebagai umat Islam tentu ingin mendapatkan kemuliaan ataupun keistimewaan malam lailatur qadar tersebut, berlebih bahwa malam lailatur qadar ini hanyalah bisa dijumpai satu kali saja dalam satu tahun, kapan malam lailatul qadar turun atau tiba? terutama di tahun 2015 ini? yakni pada bulan Ramadhan saja di 10 malam terakhir tepatnya di tanggal ganjil, seperti tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Rasulullah SAW. bersabda:

َتتَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَان
Artinya: “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)
Malam Lailatul Qadar

Untuk itu pada malam lailatul qadar ini kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menghidupkan malam lailatur qadar dengan cara memperbanyak beribadah kepada Allah swt, seperti memperbanyak sholat sunnah baik itu sholat tarawih, sholat tahajjud, sholat hajat, sholat tasbih dan sholat-sholat sunnah lainnya. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk Itikaf di masjid serta memperbanyak tilawah atau tadarus Al-Qur'an, memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, istighfar, dan bersholawat pada malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Berikut 7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar:

1. Lailatul Qadar lebih baik daripada 1000 bulan
Allah swt. berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (Q.S. Al-Qadr:3)
Sesuai dengan Q.S. Al-Qadr ayat 3 di atas yang menjelaskan bahwa sesungguhnya malam lailatul qadar atau malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan, artinya apabila kita beribadah pada malam tersebut, seperti sholat, membaca Al-Qur'an, dll, maka ibadah tersebut lebih baik daripada 1000 (seribu) atau kurang lebih 84 tahun yang merupakan usia lanjut seorang manusia.

2. Lailatul Qadar adalah Malam yang penuh keberkahan
Allah swt. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (Q.S. Ad-Dukhan:3)
Yang dimaksud malam yang diberkahi adalah malam lailatul qadar atau malam kemuliaan. Malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh keberkahan dan kebaikan, pada malam itu Allah swt memberikan berbagai kemuliaan bagi hamba-Nya yang banyak melakukan ibadah kepada-Nya.

3. Lailatul Qadar adalah Malam diturunkannya Al-Qur'an
Allah swt. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan." (Q.S. Al-Qadr:1)

Dalam hadits lain juga dikatakan,
Ibnu 'Abbas dan lainnya mengatakan: "Allah menurunkan Al-Qur'an secara utuh sekaligus dari lauhul mahfuzh ke Baitul 'Izzah yang ada dilangit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun". (Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim, 14: 403).

4. Malaikat-malaikat dan Ar-Ruuh (Malaikat Jibril) turun pada Malam Lailatul Qadar
Allah swt. berfirman:


تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Artinya: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan” (Q.S. Al Qadr: 4)
Pada malam lailatul qadar,  para malaikat-malaikat beserta Ar-Ruuh, yakni Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan seizin Allah swt dengan tujuan untuk mengatur berbagai macam urusan yang ada di bumi. Dengan turunnya malaikat pada malam lailatul qadar ini berarti menandakan turunnya berkah dan rahmat dari Allah swt.

5. Lailatul Qadar disifati dengan Salaam
Allah swt. berfirman:

سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "Sejahteralah (malam itu) hingga terbit fajar." (Q.S. Al-Qadr:5)

Yang dimaksud dengan sejahtera, yakni pada malam lailatul qadar itu setan-setan tidak dapat berbuat buruk, dalam artian tidak dapat berbuat apa-apa, termasuk tidak dapat mengganggu dan menggoda manusia, sehingga kita sebagai manusia dapat melakukan ibadah kepada Allah swt pada malam lailatul qadar dengan bebas tanpa gangguan maupun godaan para setan.

6. Lailatul Qadar adalah Malam dicatatnya takdir tahunan
Allah swt. berfirman:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Artinya: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah". (Q.S. Ad Dukhan: 4)

Yang dimaksud dengan segala urusan ialah segala perkara yang dihubungkan dengan kehidupan makhluk, seperti hidup, mati, rezeki, keberuntungan, kerugian, dan lain sebagainya. Pada malam lailatul qadar dijelaskan dari Lauhul Mahfudz kepada para malaikat yang mencatat urusan yang terjadi dalam setahun, yang terjadi pada tahun itu, dan yang terjadi hingga akhir tahun.

7. Setiap orang yang menghidupkan Malam Lailatul Qadar, maka dosanya akan diampuni oleh Allah swt.
Dari Abu Hurairah, berkata bahwa Nabi SAW bersabda:

َمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barangsiapa melaksanakan shalat di malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (H.R. Bukhori)
Yang dimaksud iimaanan adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang akan diberikan bagi orang yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan beribadah kepada-Nya. Sedangkan ihtisaaban bermakna mengharap pahala dari sisi Allah, bukan karena mengharap sesuatu yang lain, seperti riya'.

Demikianlah artikel tentang 7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar yang dapat saya bagikan kali ini, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Sunday, June 28, 2015

Inilah Hal-hal yang dapat Membatalkan Puasa

TUTORIAL BLOGZ - Pada artikel kali ini admin akan membahas tentang hal-hal yang dapat membatalkan puasa, baik itu puasa wajib, seperti di bulan ramadhan ini, maupun puasa sunnah, seperti puasa sunnah senin-kamis, puasa arafah, puasa sya'ban, dan puasa sunnah lainnya. Sebelumnya saya akan membahas terlebih dahulu tentang pengertian puasa. Apa itu Puasa? Puasa berasal dari bahasa Arab "As-Shaum" yang berarti menahan, maksudnya menahan diri dari segala sesuatu atau perkara-perkara yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Hal yang dapat Membatalkan Puasa
Hal yang dapat membatalkan puasa.

Sebagaimana pada ayat Al-Qur'an yang telah dijelaskan di atas, bahwa Allah swt memerintahkan kita untuk sahur, yakni makan dan minum hingga terbit fajar shadiq, kemudian kita berpuasa dan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa kita hingga sampai pada waktu terbenamnya matahari. Lalu, apa saja perkara atau hal-hal yang dapat membatalkan puasa kita, baik itu puasa wajib maupun sunnah? untuk mengetahuinya silahkan Anda simak penjelasannya di bawah ini.

Berikut Hal-hal yang dapat Membatalkan Puasa:

1. Makan dan Minum Secara Sengaja
Kita semua tentu tahu bahwa inilah yang menjadi salah satu perkara yang membatalkan puasa kita. Apabila seseorang berpuasa lalu dia melakukan makan ataupun minum secara disengaja tentu termasuk perbuatan yang haram dan dilarang oleh agama, maka puasa orang tersebut menjadi batal. Kita diperintahkan untuk makan dan minum terlebih dahulu ketika sahur hingga terbit fajar, kemudian berpuasa dengan syarat tertentu hingga menjelang matahari terbenam.
Allah swt. berfirman:
"...Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam..." (Q.S. Al-Baqarah: 187)
Namun berbeda dengan orang yang makan dan minum saat berpuasa secara tidak sengaja ataupun lupa, maka puasanya tidak batal dan boleh diteruskan puasanya hingga matahari terbenam.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Jika seseorang lupa lalu dia makan dan minum (ketika sedang berpuasa) maka hendaklah dia meneruskan puasanya karena hal itu berarti Allah telah memberinya makan dan minum." (H.R. Bukhari)
2. Muntah Secara Sengaja
Selain makan dan minum secara sengaja, ada hal lain yang dapat membatalkan puasa kita, yakni muntah secara disengaja. Bagi seseorang yang muntah secara sengaja saat berpuasa, maka wajib baginya membayar qadha. Namun berbeda dengan orang yang muntah secara tidak sengaja atau memang merasa mual lalu keluar muntah dari mulutnya, maka tidak diwajibkan qadha baginya.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Siapa yang terpaksa (tidak sengaja) muntah, maka tidak wajib mengqadha puasanya. Sedangkan siapa yang sengaja mutnah, maka diwajibkan baginya qadha." (H.R. Khamsah)
3. Bersetubuh/Berhubungan Badan Suami-Istri
Bagi pasangan suami-istri yang melakukan jima' (bersetubuh) atau hubungan badan di siang hari ketika puasa, maka puasanya dinyatakan telah batal. Namun berbeda apabila pasangan suami-istri melakukan jima' pada waktu malam hari, maka hal itu dihalalkan atau diperbolehkan bagi mereka.
Allah swt. berfirman:
"Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu (pula) pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu, karena itu Allah mengampuni dan memaafkanmu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu..." (Q.S Al-Baqarah: 187)
Denda untuk suami dan istri yang melakukan hubungan badan di siang hari saat berpuasa adalah yang pertama membebaskan budak, apabila tidak ada budak maka puasa dua bulan berturut-turut, apabila tidak sanggup maka memberi makan kepada enam puluh orang miskin

4. Keluar Mani Secara Sengaja
Bagi seorang pria yang berupaya mengeluarkan mani secara sengaja, baik karena adanya sentuhan tangan sendiri, tangan istri, maupun sentuhan pada kemaluan, maka mengakibatkan batal puasanya. Namun ada pengecualian bagi laki-laki yang mengalami mimpi basah, maka tidak menyebabkan puasanya batal.

5. Haid dan Nifas
Seorang wanita yang masih dalam keadaan suci di pagi hari, namun mengalami haid dan nifas di siang hari, maka puasanya telah batal meskipun pada waktu akhir menjelang matahari terbenam. Maka saat itu juga dia harus membatalkan puasanya, dengan cara makan atau minum, dan apabila masih dilanjut puasanya maka justru dia akan mendapat dosa, Nah, apabila puasanya tersebut merupakan puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, maka wajiblah baginya untuk mengqadha atau menggantinya pada waktu di luar bulan Ramadhan dan waktu tersebut tidak diharamkan pula untuk berpuasa, namun untuk ibadah shalat tidak wajib baginya untuk diqadha.
"Kami (kaum perempuan) diperintahkan mengganti puasa yang ditinggalkan, tetapi tidak diperintahkan untuk mengganti shalat yang ditinggalkan." (H.R. Muslim)
6. Hilang Akal dan Murtad (Keluar dari Agama Islam)
Salah satu syarat wajib puasa adalah memiliki akal yang sehat atau waras dalam berpikir. Bagi seseorang yang gila ataupun hilang akal atau kewarasannya maka menjadi batal puasanya. Kemudian syarat wajib lainnya adalah beragama Islam, maka tentu saja bagi orang yang murtad atau keluar dari agama Islam puasanya menjadi batal atau tidak sah karena kewajiban ibadah berpuasa tersebut terputus dari dirinya.

Demikianlah artikel tentang Hal-hal yang dapat Membatalkan Puasa kita, semoga artikel yang dibagikan kali ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Monday, June 22, 2015

Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap dengan Artinya

Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap dengan Artinya - Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan bacaan do'a buka puasa lengkap beserta artinya. Bagi Anda yang belum mengetahui doa buka puasa ataupun doa berbuka puasa, baik doa buka puasa ramadhan, puasa senin kamis, ataupun puasa sunnah lainnya. Bacaan doa buka puasa yang saya bagikan ini merupakan doa buka puasa bahasa arab, yang disertai dengan bacaan huruf latin dan artinya.

Selamat Berbuka Puasa

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya

Berikut Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap dengan Artinya:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamarraahimiin."

Artinya: "Ya Allah, Untuk-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat Engkau Wahai Maha Pengasih dan Penyayang."

Tambahan:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

"Dzahabazh zhama'u wabtalatil 'uruuq wa tsabatal ajru insyaa Allah."

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, Insya Allah."

Sunday, June 21, 2015

Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya

Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya -  Bagi Anda yang belum hafal atau belum tahu Bacaan Niat Puasa Ramadhan, kali ini saya akan berbagi Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya. Dibawah ini Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya. Semoga bisa bermanfaat untuk Anda semua!


Niat Puasa Ramadhan 


Doa Niat Puasa Ramadhan

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Nawaitu shauma ghodin 'an adaai fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'ala

Artinya

"Aku niat berpuasa esok hari dari kewajiban fardhu ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala"

Friday, November 21, 2014

RENUNGAN: Kehidupan Dunia Yang Semetara

Segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan dunia, hanyalah sementara. Kita hidup di dunia ini, tidaklah selamanya, karena sesungguhnya kehidupan akhiratlah yang kekal abadi. 

Allah swt. berfirman:
"Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal." (Q.S. Al-A'la:16-17) 

Allah swt. juga berfirman:
"Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui." (Q.S. Al-Ankabut:64)

Betapa banyak manusia yang hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan dunia, sehingga membuat mereka tidak bersyukur kepada Allah. Mereka yang durhaka kepada Allah, hanya ingin mencapai kenikmatan hidup di dunia, dan lupa bahwa tujuan hidup di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepada Allah, dan membawa bekal amal sebanyak-banyaknya untuk menghadapi kehidupan sesudahnya.

Kehidupan Dunia Hanya Semetara

Untuk itu, Janganlah kita terlena dan lalai hanya karena harta, kekayaan, gelar maupun jabatan yang kita dapatkan semasa di dunia, karena itu semua akan membuat kita rakus, bangga, dan cinta terhadap dunia, dan lupa terhadap akhirat. 
Allah swt. berfirman:
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S. Al-Hadid:20) 
Marilah kita renungkan bersama, jadikan hidup kita yang hanya sementara ini menjadi ladang amal untuk mempersiapkan diri menuju alam akhirat. Janganlah kita sia-siakan hidup di dunia yang singkat ini dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti dosa maupun perbuatan maksiat yang justru akan menjerumuskan kita ke neraka. 

Kita jadikan sisa umur kita untuk senantiasa memperbanyak amal-amal sholeh, sebagai perbekalan hidup di akhirat kelak, dengan mengharapkan ridha-Nya. Semoga Allah menerima segala amal ibadah yang kita lakukan, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.