Showing posts with label Tentang Islam. Show all posts
Showing posts with label Tentang Islam. Show all posts

Thursday, March 31, 2016

Pengertian Husnuzan, Fungsi dan Manfaatnya dalam Kehidupan

Husnuzan, Husnudzan, Prasangka Baik, Positive Thinking

Pengertian Perilaku Husnuzan / Husnudzan
Husnuzan menurut bahasa berasal dari lafal bahasa Arab 'husnun' yang artinya baik dan 'adzzhonnu' yang artinya prasangka. Kata husnudzan berarti prasangka baik yang merupakan lawan dari su'udzan atau prasangka buruk. Sedangkan secara istilah, husnuzab adalah setiap pikiran, anggapan dan prasangka baik terhadap orang lain.

Membiasakan berperilaku husnusan atau berpasangka baik dalam kehidupan merupakan hal yang penting. Kita dapat melakukannya terhadap sesama muslim atau lainnya selama mereka tidak mengusik dan mendzolimi kita. Apabila setiap orang telah terbiasa menerapkan perilaku husnuzan terhadap sesamanya, maka insya Allah akan terwujud masyarakat yang harmonis, rukun dan saling menjaga. Tidak ada lagi masalah yang timbul karena prasangka-prasangka buruk (su'uzan) telah dihilangkan diantara mereka.

Hukum Husnuzan Terhadap Sesama
Hukum berhusnuzan terhadap sesama manusia adalah mubah atau diperbolehkan. Ketika kita berhusnudzan pada orang lain, berarti kita telah menganggap bahwa orang itu baik. Sebaliknya, jika kira berprasangka buruk (su'uzan) terhadap orang lain, artinya kita menganggap orang tersebut bersalah, hal ini tentu dilarang dalam agama. Husnuzan dalam kehidupan sehari-hari akan membawa dampak positif, sedangkan terbiasa su'uzan akan membawa dampak negatif dalam kehidupan kita maupun orang lain.

Bentuk-bentuk Husnuzan
Husnuzan dapat dilakukan terhadap Allah swt, diri sendiri, dan orang lain. Namun yang paling utama adalah berhusnudzan kepada Allah swt. Mengapa demikian? karena Allah-lah yang telah melimpahkan berbagai karunia dan kasih sayang-Nya kepada kita sebagai manusia, diantaranya Allah memberi kita kehidupan, memberi nikmat sehat, iman dan islam kepada kita, dan apapun lainnya yang telah Allah berikan kepada kita. Semua pemberian Allah yang kita terima harus senantiasa kita sikapi dengan selalu berprasangka baik kepada Allah swt. Bentuk-bentuk perilaku husnudzan kepada Allah antara lain selalu bersyukur kepada Allah dan bersikap sabar terhadap segala permasalahan yang terjadi dalam hidup kita.

Kemudian setelah berhusnudzan terhadap Allah swt, kita harus pula berprasangka baik atau berhusnudzan kepada diri sendiri. Husnuzan terhadap diri sendiri yaitu berbaik sangka terhadap segala kemampuan yang dimiliki oleh diri kita sendiri dan juga usaha yang telah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri orang yang berhusnudzan terhadap dirinya sendiri diantaranya memiliki rasa percaya diri, selalu berusaha secara maksimal, selalu berpikir positif dan rela berkorban. Dengan senantiasa berprasangka baik terhadap diri sendiri, niscaya kita akan selalu memiliki semangat yang tinggi untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

Selain berhusnudzan kepada Allah swt dan diri sendiri, kita juga diperintahkan untuk berhusnudzan kepada orang lain. Husnudzan terhadap orang lain berarti menganggap atau memandang orang lain itu baik. Orang yang memiliki sikap husnudzan terhadap orang lain, niscaya hidupnya akan memiliki banyak teman, disukai kawan dan disegani lawan. Sebaliknya, Allah melarang kita untuk merprasangka buruk kepada orang lain dengan mencari-cari kesalahan orang lain apalagi sampai menggunjingnya. Sebagaimana firman Allah swt.:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain..." (Q.S. Al-Hujurat: 12)

Dampak Positif / Manfaat Husnuzan
Islam telah menganjurkan umatnya agar senantiasa menjaga prasangka baik terhadap orang lain, karena sesungguhnya menyimpan prasangka buruk terhadap orang lain termasuk perbuatan tercela. Husnuzan merupakan salah satu contoh akhlaq, sifat atau perilaku terpuji yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain membawa kebaikan pada orang lain, Husnuzan juga akan membawa kebaikan terhadap diri sendiri. Sebagaimana firman Allah berikut:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Artinya: "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri..." (Q.S. Al-Isra: 7)

Diantara dampak positif atau manfaat dari membiasakan berhusnuzan dalam kehidupan, yaitu:
1. Dicintai oleh Allah swt.
2. Mendapat ketenangan hidup.
3. Membentuk pribadi yang tangguh, tidak mudah putus asa dan selalu optimis.
4. Dijauhkan dari hal-hal buruk dan perbuatan munkar.
5. Mempererat tali persaudaraan sehingga terjalin ukhuwah yang mantab antar sesama muslim.
6. Mendapat timbal balik yang baik dari orang lain yang telah kita husnuzani.

Tuesday, July 7, 2015

Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar beserta Artinya

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tentang Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar dalam bahasa Arab lengkap dengan artinya atau terjemahannya. Lailatul Qadar seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya merupakan malam yang penuh kemuliaan, malam ini hanya terjadi satu kali saja, yakni 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal-tanggal ganjil, seperti pada malam ke 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Doa Malam Lailatul Qadar

Baca Juga: 7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Berbicara tentang keistimewaan ataupun kemuliaan malam lailatul qadar maka tentu kita sebagai umat muslim yang bertaqwa ingin mendapatkan malam lailatul qadar. Untuk itu, sudah sepatutnya kita untuk memperbanyak beribadah pada malam itu, berdoa, dan berdzikir kepada Allah swt. Berhubungan dengan itu kali ini saya akan berbagi mengenai doa yang dibaca pada malam lailatul qadar dalam tulisan arab, tulisan latin, hingga arti/terjemahannya, bagi Anda yang belum tahu silahkan simak di bawah ini.

Berikut Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar beserta Artinya:

Dari 'Aisyah r.a. ia berkata, "Aku pernah berkata "Wahai Rasulullah, jika saya tahu yang mana malam lailatul qadar, maka apa do'a yang harus saya ucapkan?" Rasulullah saw. menjawab: "Bacalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

"Allahumma Innaka 'Afuwwun, Tuhibbul 'Afwa Fa'fu'anni"
Artinya: "Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai orang yang memaafkan, maka maafkanlah aku." (H.R. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850)
Demikianlah artikel tentang Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar beserta Artinya, semoga artikel yang saya bagikan kali ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Monday, July 6, 2015

7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Pada postingan atau artikel kali ini saya akan membahas tentang 7 Keutamaan Malam Lailatur Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan, artinya pada malam tersebut terdapat berbagai macam kemuliaan yang diberikan Allah kepada para hamba-Nya. Kita sebagai umat Islam tentu ingin mendapatkan kemuliaan ataupun keistimewaan malam lailatur qadar tersebut, berlebih bahwa malam lailatur qadar ini hanyalah bisa dijumpai satu kali saja dalam satu tahun, kapan malam lailatul qadar turun atau tiba? terutama di tahun 2015 ini? yakni pada bulan Ramadhan saja di 10 malam terakhir tepatnya di tanggal ganjil, seperti tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Rasulullah SAW. bersabda:

َتتَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَان
Artinya: “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)
Malam Lailatul Qadar

Untuk itu pada malam lailatul qadar ini kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menghidupkan malam lailatur qadar dengan cara memperbanyak beribadah kepada Allah swt, seperti memperbanyak sholat sunnah baik itu sholat tarawih, sholat tahajjud, sholat hajat, sholat tasbih dan sholat-sholat sunnah lainnya. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk Itikaf di masjid serta memperbanyak tilawah atau tadarus Al-Qur'an, memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, istighfar, dan bersholawat pada malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Berikut 7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar:

1. Lailatul Qadar lebih baik daripada 1000 bulan
Allah swt. berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (Q.S. Al-Qadr:3)
Sesuai dengan Q.S. Al-Qadr ayat 3 di atas yang menjelaskan bahwa sesungguhnya malam lailatul qadar atau malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan, artinya apabila kita beribadah pada malam tersebut, seperti sholat, membaca Al-Qur'an, dll, maka ibadah tersebut lebih baik daripada 1000 (seribu) atau kurang lebih 84 tahun yang merupakan usia lanjut seorang manusia.

2. Lailatul Qadar adalah Malam yang penuh keberkahan
Allah swt. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (Q.S. Ad-Dukhan:3)
Yang dimaksud malam yang diberkahi adalah malam lailatul qadar atau malam kemuliaan. Malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh keberkahan dan kebaikan, pada malam itu Allah swt memberikan berbagai kemuliaan bagi hamba-Nya yang banyak melakukan ibadah kepada-Nya.

3. Lailatul Qadar adalah Malam diturunkannya Al-Qur'an
Allah swt. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan." (Q.S. Al-Qadr:1)

Dalam hadits lain juga dikatakan,
Ibnu 'Abbas dan lainnya mengatakan: "Allah menurunkan Al-Qur'an secara utuh sekaligus dari lauhul mahfuzh ke Baitul 'Izzah yang ada dilangit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun". (Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim, 14: 403).

4. Malaikat-malaikat dan Ar-Ruuh (Malaikat Jibril) turun pada Malam Lailatul Qadar
Allah swt. berfirman:


تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Artinya: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan” (Q.S. Al Qadr: 4)
Pada malam lailatul qadar,  para malaikat-malaikat beserta Ar-Ruuh, yakni Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan seizin Allah swt dengan tujuan untuk mengatur berbagai macam urusan yang ada di bumi. Dengan turunnya malaikat pada malam lailatul qadar ini berarti menandakan turunnya berkah dan rahmat dari Allah swt.

5. Lailatul Qadar disifati dengan Salaam
Allah swt. berfirman:

سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "Sejahteralah (malam itu) hingga terbit fajar." (Q.S. Al-Qadr:5)

Yang dimaksud dengan sejahtera, yakni pada malam lailatul qadar itu setan-setan tidak dapat berbuat buruk, dalam artian tidak dapat berbuat apa-apa, termasuk tidak dapat mengganggu dan menggoda manusia, sehingga kita sebagai manusia dapat melakukan ibadah kepada Allah swt pada malam lailatul qadar dengan bebas tanpa gangguan maupun godaan para setan.

6. Lailatul Qadar adalah Malam dicatatnya takdir tahunan
Allah swt. berfirman:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Artinya: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah". (Q.S. Ad Dukhan: 4)

Yang dimaksud dengan segala urusan ialah segala perkara yang dihubungkan dengan kehidupan makhluk, seperti hidup, mati, rezeki, keberuntungan, kerugian, dan lain sebagainya. Pada malam lailatul qadar dijelaskan dari Lauhul Mahfudz kepada para malaikat yang mencatat urusan yang terjadi dalam setahun, yang terjadi pada tahun itu, dan yang terjadi hingga akhir tahun.

7. Setiap orang yang menghidupkan Malam Lailatul Qadar, maka dosanya akan diampuni oleh Allah swt.
Dari Abu Hurairah, berkata bahwa Nabi SAW bersabda:

َمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barangsiapa melaksanakan shalat di malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (H.R. Bukhori)
Yang dimaksud iimaanan adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang akan diberikan bagi orang yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan beribadah kepada-Nya. Sedangkan ihtisaaban bermakna mengharap pahala dari sisi Allah, bukan karena mengharap sesuatu yang lain, seperti riya'.

Demikianlah artikel tentang 7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar yang dapat saya bagikan kali ini, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Sunday, June 28, 2015

Inilah Hal-hal yang dapat Membatalkan Puasa

TUTORIAL BLOGZ - Pada artikel kali ini admin akan membahas tentang hal-hal yang dapat membatalkan puasa, baik itu puasa wajib, seperti di bulan ramadhan ini, maupun puasa sunnah, seperti puasa sunnah senin-kamis, puasa arafah, puasa sya'ban, dan puasa sunnah lainnya. Sebelumnya saya akan membahas terlebih dahulu tentang pengertian puasa. Apa itu Puasa? Puasa berasal dari bahasa Arab "As-Shaum" yang berarti menahan, maksudnya menahan diri dari segala sesuatu atau perkara-perkara yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Hal yang dapat Membatalkan Puasa
Hal yang dapat membatalkan puasa.

Sebagaimana pada ayat Al-Qur'an yang telah dijelaskan di atas, bahwa Allah swt memerintahkan kita untuk sahur, yakni makan dan minum hingga terbit fajar shadiq, kemudian kita berpuasa dan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa kita hingga sampai pada waktu terbenamnya matahari. Lalu, apa saja perkara atau hal-hal yang dapat membatalkan puasa kita, baik itu puasa wajib maupun sunnah? untuk mengetahuinya silahkan Anda simak penjelasannya di bawah ini.

Berikut Hal-hal yang dapat Membatalkan Puasa:

1. Makan dan Minum Secara Sengaja
Kita semua tentu tahu bahwa inilah yang menjadi salah satu perkara yang membatalkan puasa kita. Apabila seseorang berpuasa lalu dia melakukan makan ataupun minum secara disengaja tentu termasuk perbuatan yang haram dan dilarang oleh agama, maka puasa orang tersebut menjadi batal. Kita diperintahkan untuk makan dan minum terlebih dahulu ketika sahur hingga terbit fajar, kemudian berpuasa dengan syarat tertentu hingga menjelang matahari terbenam.
Allah swt. berfirman:
"...Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam..." (Q.S. Al-Baqarah: 187)
Namun berbeda dengan orang yang makan dan minum saat berpuasa secara tidak sengaja ataupun lupa, maka puasanya tidak batal dan boleh diteruskan puasanya hingga matahari terbenam.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Jika seseorang lupa lalu dia makan dan minum (ketika sedang berpuasa) maka hendaklah dia meneruskan puasanya karena hal itu berarti Allah telah memberinya makan dan minum." (H.R. Bukhari)
2. Muntah Secara Sengaja
Selain makan dan minum secara sengaja, ada hal lain yang dapat membatalkan puasa kita, yakni muntah secara disengaja. Bagi seseorang yang muntah secara sengaja saat berpuasa, maka wajib baginya membayar qadha. Namun berbeda dengan orang yang muntah secara tidak sengaja atau memang merasa mual lalu keluar muntah dari mulutnya, maka tidak diwajibkan qadha baginya.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Siapa yang terpaksa (tidak sengaja) muntah, maka tidak wajib mengqadha puasanya. Sedangkan siapa yang sengaja mutnah, maka diwajibkan baginya qadha." (H.R. Khamsah)
3. Bersetubuh/Berhubungan Badan Suami-Istri
Bagi pasangan suami-istri yang melakukan jima' (bersetubuh) atau hubungan badan di siang hari ketika puasa, maka puasanya dinyatakan telah batal. Namun berbeda apabila pasangan suami-istri melakukan jima' pada waktu malam hari, maka hal itu dihalalkan atau diperbolehkan bagi mereka.
Allah swt. berfirman:
"Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu (pula) pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu, karena itu Allah mengampuni dan memaafkanmu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu..." (Q.S Al-Baqarah: 187)
Denda untuk suami dan istri yang melakukan hubungan badan di siang hari saat berpuasa adalah yang pertama membebaskan budak, apabila tidak ada budak maka puasa dua bulan berturut-turut, apabila tidak sanggup maka memberi makan kepada enam puluh orang miskin

4. Keluar Mani Secara Sengaja
Bagi seorang pria yang berupaya mengeluarkan mani secara sengaja, baik karena adanya sentuhan tangan sendiri, tangan istri, maupun sentuhan pada kemaluan, maka mengakibatkan batal puasanya. Namun ada pengecualian bagi laki-laki yang mengalami mimpi basah, maka tidak menyebabkan puasanya batal.

5. Haid dan Nifas
Seorang wanita yang masih dalam keadaan suci di pagi hari, namun mengalami haid dan nifas di siang hari, maka puasanya telah batal meskipun pada waktu akhir menjelang matahari terbenam. Maka saat itu juga dia harus membatalkan puasanya, dengan cara makan atau minum, dan apabila masih dilanjut puasanya maka justru dia akan mendapat dosa, Nah, apabila puasanya tersebut merupakan puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, maka wajiblah baginya untuk mengqadha atau menggantinya pada waktu di luar bulan Ramadhan dan waktu tersebut tidak diharamkan pula untuk berpuasa, namun untuk ibadah shalat tidak wajib baginya untuk diqadha.
"Kami (kaum perempuan) diperintahkan mengganti puasa yang ditinggalkan, tetapi tidak diperintahkan untuk mengganti shalat yang ditinggalkan." (H.R. Muslim)
6. Hilang Akal dan Murtad (Keluar dari Agama Islam)
Salah satu syarat wajib puasa adalah memiliki akal yang sehat atau waras dalam berpikir. Bagi seseorang yang gila ataupun hilang akal atau kewarasannya maka menjadi batal puasanya. Kemudian syarat wajib lainnya adalah beragama Islam, maka tentu saja bagi orang yang murtad atau keluar dari agama Islam puasanya menjadi batal atau tidak sah karena kewajiban ibadah berpuasa tersebut terputus dari dirinya.

Demikianlah artikel tentang Hal-hal yang dapat Membatalkan Puasa kita, semoga artikel yang dibagikan kali ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Monday, June 22, 2015

Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap dengan Artinya

Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap dengan Artinya - Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan bacaan do'a buka puasa lengkap beserta artinya. Bagi Anda yang belum mengetahui doa buka puasa ataupun doa berbuka puasa, baik doa buka puasa ramadhan, puasa senin kamis, ataupun puasa sunnah lainnya. Bacaan doa buka puasa yang saya bagikan ini merupakan doa buka puasa bahasa arab, yang disertai dengan bacaan huruf latin dan artinya.

Selamat Berbuka Puasa

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya

Berikut Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap dengan Artinya:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamarraahimiin."

Artinya: "Ya Allah, Untuk-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat Engkau Wahai Maha Pengasih dan Penyayang."

Tambahan:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

"Dzahabazh zhama'u wabtalatil 'uruuq wa tsabatal ajru insyaa Allah."

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, Insya Allah."

Sunday, June 21, 2015

Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya

Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya -  Bagi Anda yang belum hafal atau belum tahu Bacaan Niat Puasa Ramadhan, kali ini saya akan berbagi Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya. Dibawah ini Bacaan Niat Puasa Ramadhan beserta Artinya. Semoga bisa bermanfaat untuk Anda semua!


Niat Puasa Ramadhan 


Doa Niat Puasa Ramadhan

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Nawaitu shauma ghodin 'an adaai fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'ala

Artinya

"Aku niat berpuasa esok hari dari kewajiban fardhu ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala"

Saturday, January 3, 2015

Hikmah dari Peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal pada penanggalan hijriah, seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia memperingati hari maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan Hari Maulid Nabi ini merupakan sebuah tradisi yang sudah berkembang pada masyarakat Islam jauh sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Perayaan Maulid Nabi biasanya dilakukan dengan ekspresi kegembiraan umat Islam, pembacaan sholawat, serta pengajian-pengajian. Alangkah baiknya jika kita mendalami makna kelahiran Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW.

Kita mengenal Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir yang diutus oleh Allah swt. Ya, Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah swt ke bumi ini sebagai Khatam An-Nabiyyin atau Penutup para Nabi-nabi sebelumnya. Allah swt juga menurunkan kitab Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan pedoman hidup manusia agar mencapai keselamatan hidup di dunia dan di akhirat.


Hikmah Peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW

Bagina Nabi Muhammad SAW diutus sebagai penyempurna akhlak manusia yang pada waktu itu, masyarakat Arab berada dalam zaman jahiliyah atau zaman kebodohan. Dimana diantara mereka banyak yang bertindak tanpa didasari dengan pengetahuan dan ajaran Islam, seperti menyembah berhala, mengubur bayi perempuan hidup-hidup, mabuk-mabukan, zina, dan lain sebagainya.

Sifat Rasulullah SAW yang wajib kita ketahui dan teladani antara lain Siddiq yang artinya benar/membenarkan, tabligh yang artinya menyampaikan kebenaran/berita gembira, amanah yang artinya dapat dipercaya, dan fatonah yang artinya cerdas. Kita sebagai umat muslim, sudah sepatutnya meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW yang sudah melekat sejak beliau masih kecil.

Ketika itu, Rasulullah SAW menyebarkan agama Allah (Islam) dengan berbagai cara atau metode dakwah. Metode dakwah beliau antara lain adalah dengan menyeru dan mengajak manusia untuk memeluk agama Islam, serta memberikan pemahaman dan kesadaran akan kebenaran ajaran agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah menghasilkan sebuah keberhasilan, dimana banyak masyarakat disekitar Mekah ketika itu yang memeluk agama Islam. Keberhasilan tersebut dicapai dengan sistem atau metode dakwah dengan memberikan tauladan yang baik, pendidikan yang berisi tentang pesan-pesan dakwah, hingga dengan memberikan kata-kata yang bijak untuk memberikan kesadaran dan pemahaman ajaran Islam kepada para pemimpin kerajaan non-Islam pada waktu itu.

Pada zaman sekarang ini, kita melihat sering terjadi kekacauan yang merusak akhlak manusia dalam segala aspek kehidupan. Hal tersebut dipacu oleh sifat-sifat manusia itu sendiri, diantaranya adalah sifat kemunafiqan, kezaliman, kebohongan, fitnah-memfitnah, memprovokasi, senang mengadu domba, serta sifat-sifat negatif lainnya yang memang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dengan kondisi kehidupan dunia yang seperti saat ini, kita perlu sedikit merenungkan diri untuk senantiasa mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Nabi kita, yakni Nabi Muhammad SAW. Beliau telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara menjadi seseorang yang kaya dengan sifat kedermawanan, dan menghindari sifat-sifat sombong, tamak, maupun takabur. Beliau juga telah mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang adil, arif, dan bijaksana, dan bukan menjadi pemimpin yang hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri saja.

Demikian Hikmah dari Peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW,
semoga bermanfaat.

Friday, November 21, 2014

RENUNGAN: Kehidupan Dunia Yang Semetara

Segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan dunia, hanyalah sementara. Kita hidup di dunia ini, tidaklah selamanya, karena sesungguhnya kehidupan akhiratlah yang kekal abadi. 

Allah swt. berfirman:
"Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal." (Q.S. Al-A'la:16-17) 

Allah swt. juga berfirman:
"Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui." (Q.S. Al-Ankabut:64)

Betapa banyak manusia yang hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan dunia, sehingga membuat mereka tidak bersyukur kepada Allah. Mereka yang durhaka kepada Allah, hanya ingin mencapai kenikmatan hidup di dunia, dan lupa bahwa tujuan hidup di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepada Allah, dan membawa bekal amal sebanyak-banyaknya untuk menghadapi kehidupan sesudahnya.

Kehidupan Dunia Hanya Semetara

Untuk itu, Janganlah kita terlena dan lalai hanya karena harta, kekayaan, gelar maupun jabatan yang kita dapatkan semasa di dunia, karena itu semua akan membuat kita rakus, bangga, dan cinta terhadap dunia, dan lupa terhadap akhirat. 
Allah swt. berfirman:
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S. Al-Hadid:20) 
Marilah kita renungkan bersama, jadikan hidup kita yang hanya sementara ini menjadi ladang amal untuk mempersiapkan diri menuju alam akhirat. Janganlah kita sia-siakan hidup di dunia yang singkat ini dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti dosa maupun perbuatan maksiat yang justru akan menjerumuskan kita ke neraka. 

Kita jadikan sisa umur kita untuk senantiasa memperbanyak amal-amal sholeh, sebagai perbekalan hidup di akhirat kelak, dengan mengharapkan ridha-Nya. Semoga Allah menerima segala amal ibadah yang kita lakukan, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Tuesday, November 11, 2014

Makna "La Tahzan, Innallaha Ma'ana" dan Hikmahnya

Posting kali ini adalah mengenai kalimat "La Tahzan, Innallaha Ma'ana". Tahukah sobat mengenai arti maupun makna dari kalimat tersebut? Untuk itu, sekarang akan saya berikan penjelasan mengenai arti, makna, beserta hikmah yang dapat diambil dari kalimat tersebut.

Kalimat "La Tahzan, Innallaha Ma'ana" merupakan kalimat berbahasa Arab yang berasal dari Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 40, dan memiliki arti, "Janganlah engkau bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita.". Dalam pengertian kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah swt. tidak menuntut kita untuk bersedih dalam berbagai permasalahan hidup duniawi, karena sungguh bahwa Allah ada untuk kita.

Makna "La Tahzan, Innallaha Ma'ana" dan Hikmahnya

Dalam setiap masalah yang kita hadapi, kita sebaiknya bersikap sabar agar kita dapat mengatasi berbagai kesedihan maupun duka yang kita alami ketika mendapat cobaan dari Allah swt. Dan kita harus yakin bahwa setiap cobaan maupun ujian dari Allah, pasti ada jalannya jika kita mau berikhtiar dan bertawakkal dengan sebenar-benarnya tawakkal kepada Allah. Karena Allah tidak akan membebani setiap hambanya melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Hendaknya kita meyakini bahwa Allah pasti ada bersama-sama kita, dan pasti Allah akan memberikan yang terbaik bagi hambanya. Bahkan jika kita kehilangan sesuatu yang menurut kita berharga, maka percayalah bahwa Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Ingat!, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu! karena sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang sabar.

Demikianlah posting mengenai Makna "La Tahzan, Innallaha Ma'ana" dan Hikmahnya,
Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam bisshowwab.

Thursday, October 30, 2014

Lirik Qasidah Kisah Sang Rasul "Rohatil Athyaru Tasydu" - Habib Syech Abdul Qadir Assegaf

Pada posting kali ini, saya akan membagikan Lirik/Syair Qasidah berjudul Kisah Sang Rasul "Rohatil Athyaru Tasydu". Qasidah ini menceritakan perjuangan serta kisah hidup seorang Rasul Nabi Muhammad SAW yang penuh suka duka. Setelah mendengar beberapa kali, akan membuat hati semakin cinta kepada Sang Rasul.

Lirik Qasidah Kisah Sang Rasul "Rohatil Athyaru Tasydu" - Habib Syech Abdul Qadir Assegaf
Kisah Sang Rasul "Rohatil Athyaru Tasydu"

Berikut liriknya:


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو فِى لِيَالىِ المَولِدِ
Rohatil Athyaru Tasydu, Fi layaalil maulidi
"Burung-burung berkicauan teramat bahagia di malam kelahiran Nabi SAW"


    وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو مِن مَعَانِى اَحمَدِ
 فِى لَيَالِى المَولِدِ
Wa bariqunnuri yabdu, min ma'ani ahmadi
Fi layaalil maulidi
"Dan kilatan cahaya terpancarkan penuh makna-makna dari Ahmad, di malam kelahiran Nabi SAW"

Abdullah nama Ayahnya, Aminah Ibundanya
Abdul Muthalib Kakeknya, Abu Thalib Pamannya
Khadijah Istri setia, Fatimah Putri tercinta
Semua bernasab mulia, dari Quraisy ternama
Inilah kisah Sang Rasul, yang penuh suka duka
Inilah kisah Sang Rasul, yang penuh suka duka
Oh penuh suka duka, oh penuh suka duka

Dua bulan di kandungan, wafat Ayahandanya
Tahun gajah dilahirkan, yatim dengan Kakeknya
Sesuai adat yang ada, disusui Halimah
Enam tahun usianya, wafat Ibu tercinta
Inilah kisah Sang Rasul, yang penuh suka duka
Inilah kisah Sang Rasul, yang penuh suka duka
Oh penuh suka duka, oh penuh suka duka

Delapan tahun usia, Kakek meninggalkannya
Abu Thalib pun menjaga, Paman paling membela
Saat kecil mengembala, dagang saat remaja
Umur dua puluh lima, memperistri Khadijah
Inilah kisah Sang Rasul, yang penuh suka duka
Inilah kisah Sang Rasul, yang penuh suka duka
Oh penuh suka duka, oh penuh suka duka

Di umur ke tiga puluh, mempersatukan bangsa
Saat peletakkan batu, Hajar Aswad mulia
Genap empat puluh tahun, mendapatkan risalah
Ia pun menjadi Rasul, Akhir para Anbiya
Inilah kisah Sang Rasul, yang penuh suka duka
Inilah kisah Sang Rasul, yang penuh suka duka
Oh penuh suka duka, oh penuh suka duka



Download MP3 - Kisah Sang Rasul "Rohatil Athyaru Tasydu" - Habib Syech Abdul Qadir Assegaf

Monday, October 27, 2014

Pengertian dan Nama-nama Malaikat beserta Tugasnya

Pengertian Malaikat
Malaikat secara bahasa berasal dari bahasa Arab 'malak' yang berarti risalah atau menyampaikan pesan. Yang dalam bentuk jamaknya adala 'malaaikah'.

Sedangkan secara istilah malaikat adalah makhluk Allah swt. yang bersifat gaib, yang diciptakan dari nur (cahaya) dan wujudnya tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium, ataupun dirasakan.


Malaikat Allah

Iman kepada Malaikat Allah merupakan rukun Iman ke-2. Beriman kepada Malaikat Allah berarti meyakini atau mempercayai adanya Malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat wujud mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu ciptaan Allah yang selalu menyembah Allah, serta selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya, sehingga mereka tidak pernah berdosa.

Walaupun manusia tidak dapat melihat Malaikat, tetapi jika Allah berkehendak, maka Malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para nabi dan rasul.

Tak ada seorang pun yang mengetahui jumlah pasti Malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya. Tetapi ada nama-nama Malaikat yang mengemban tugas dalam kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat, dan wajib diketahui oleh orang-orang yang beriman, berikut diantaranya.

Nama-nama Malaikat

1. Malaikat Jibril, bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada para rasul, yang kemudian akan diajarkan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Selain itu juga bertugas meniupkan ruh kepada setiap calon bayi dalam kandungan Ibunya.


2. Malaikat Mikail, bertugas menyampaikan rezeki kepada seluruh makhluk hidup di alam dunia ini. Selain itu juga bertugas mengatur hujan, angin, dan tanaman.

3. Malaikat Israfil, bertugas meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.

4. Malaikat Izrail, bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup.

5. Malaikat Munkar, bertugas menanyakan hal-hal atau perkara kepada manusia di alam kubur.

6. Malaikat Nakir, memiliki tugas yang sama dengan Malaikat Nakir, yaitu menanyakan hal-hal atau perkara kepada manusia di alam kubur.

7. Malaikat Raqib, bertugas mencatat amal baik manusia semasa di dunia. Malaikat Raqib bertempat disebelah kanan manusia.

8. Malaikat Atid, bertugas mencatat amal buruk manusia semasa di dunia. Malaikat Atid bertempat disebelah kiri manusia.

9. Malaikat Malik, bertugas menjaga pintu Neraka.

10. Malaikat Ridwan, bertugas menjaga pintu Surga.

Demikianlah Pengertian dan Nama-nama Malaikat beserta Tugasnya,
Semoga bermanfaat 

Sunday, October 26, 2014

Sejarah Masuknya Agama Islam di Indonesia

Agama Islam adalah salah satu agama terbesar di dunia. Agama ini awalnya diturunkan di daeraih Arab. Dari daerah Arab, agama Islam kemudian mulai berkembang ke seluruh dunia. Melalui peran para Khalifah, agama Islam menyebar dan ikut membentuk peradaban di dunia. Hal ini juga didukung oleh aktivitas perdagangan dan kesadaran hukum muslim sendiri untuk menyebarluaskan Islam diantara orang-orang yang belum mengenal Islam.

Sejarah Masuknya Agama Islam di Indonesia

Di Indonesia, agama Islam masuk secara damai melalui aktivitas perdagangan antara kaum pedagang muslim dengan penduduk setempat. Dari interaksi ini, muncul ketertarikan untuk menganut Islam. Selain para pedagang, kaum mubaligh dan para wali juga sangat berpengaruh dalam perkembangan agama Islam di Indonesia.

A. Teori Masuknya Agama Islam di Indonesia
Menurut Ahmad Mansur Suryanegara, proses masuk dan perkembangan Islam di Indonesia dipengaruhi oleh tiga teori, diantaranya:

1. Teori Gujarat
Menurut teori ini, agama Islam mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-13 yang dibawa dari Gujarat (Cambay), India. Pendukung dari teori ini ialah: Snouck Hurgronye, W.F. Stutterheim, dan Bernard H.M. Vlekke. Dasar dari teori ini adalah:
A. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
B. Adanya hubungan dagang antara Indonesia dengan India yang terjalin lama melalui jalur Indonesia-Cambay-Timur Tengah-Eropa
C. Ditemukannya batu nisan Malik Al Saleh, Sultan Samudra Pasai pada tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat.

2. Teori Mekkah
Teori Mekkah ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir). Pendukung teori Mekkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Dasar teori ini antara lain:
A. Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al Malik, yaitu gelar yang berasal dari Mesir.
B. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi'i. Sedangkan Gujarat atau India adalah penganut mazhab Hanafi.
C. Pada tahun 674 di pantai barat Sumatra sudah terdapat perkampungan Islam (Arab).

3. Teori Persia
Menurut teori ini, pada abad ke-13 Islam masuk ke Indonesia dan dibawa dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia, seperti:
A. Ditemukannya malam Maulana Maliq Ibrahim tahun 1419 di Gresik
B. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syekh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al-Hallaj.
C. Peringatan 10 Muharram atau 'Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad.
D. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda-tanda bunyi harakat.
E. Adanya perkampungan Leren-Leran di Giri daerah Gresik.
Pendukung dari teori ini adalah Prof. Dr. P.A. Hossein Djajadiningrat dan Oemar Amir Hoesin.

B. Proses Islamisasi di Indonesia
Proses Islamisasi yang terjadi di Indonesia dilakukan secara damai melalui beberapa jalur, diantaranya:

1. Perdagangan
Perdagangan merupakan tahap awal dari perkembangan Islam di Indonesia. Para pedagang tersebut berasal dari Cina, India, Persia, Arab, Mesir, dan Turki. Selain berdagang, pedagang muslim juga menyebarkan agama Islam.

2. Perkawinan
Perkawinan pada umumnya terjadi setelah pedagang muslim yang datang ke Indonesia menikah dengan wanita pribumi. Sebelum menikah, biasanya wanita pribumi itu diminta untuk mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dahulu sebafai syarat untuk menganut agama Islam.

3. Pendidikan
Pendidikan umumnya dilakukan di pesantren-pesantren yang didirikan oleh para mubaligh dan kyai yang berada di Indonesia. Pendidikan dilakukan dengan mengajarkan Islam pada masyarakat setempat.

4. Kesenian
Penyebaran agama Islam dalam bidang kesenian banyak dilakukan oleh para wali dan mubaligh. Bentuk kesenian tersebut dapat dilihat dari seni bangunan, seni pahat, seni musik, dan seni sastra.

5. Tasawuf
Tasawuf adalah ajaran atau cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Cara tasawuf pada umumnya lebih mudah diterima oleh orang yang telah mempunyai dasar ketuhanan.

6. Para Ulama
Penyebaran Islam ke berbagai wilayah di Indonesia tidak lepas dari perjuangan dan kerja keras para ulama besar seperti Walisongo. Dakwah yang dilakukan oleh para Walisongo ini dilakukan secara damai, halus, dan disesuaikan dengan keadaan masyarakat setempat.

Demikianlah posting tentang Sejarah Masuknya Agama Islam di Indonesia,
Semoga bermanfaat.

Saturday, October 25, 2014

Makna Bulan Muharram dan Keutamaan Puasa 'Asyura

Makna Bulan Muharram dan Keutamaan Puasa 'Asyura
Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender hijriyah. Kata Muharram memiliki arti 'dilarang'. Pada bulan ini, umat islam dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan da pertumpahan darah.

Bulan Muharram merupakan bulan yang agung dan penuh kemuliaan. Muharram merupakan salah satu dari ke empat bulan yang dimuliakan oleh Allah swt, yakni Zulqaidah, Zulhijjah, Rajab, dan Muharram. 

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa. (Q.S. At-Taubah:36)
Dengan keempat bulan suci diatas, bukan berarti bahwa bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan. Pada dasarnya, setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya. Namun, Allah swt memilih bulan yang khusus untuk menurunkan rahmat-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.

Keutamaan Puasa 'Asyura
Puasa 'Asyura merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah saw. menganjurkan kepada setiap muslim untuk melaksanakan puasa sunnah ini yang ditambah dengan puasa pada hari sebelumnya atau sesudahnya.
Dari Ibnu Abbas r.a. ia berkata: "Setelah Nabi saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari 'Asyura, beliau berkata: "Apakah Ini?", Mereka menjawab: "Ini adalah hari yang baik dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh-musuhnya hingga Musa berpuasa pada hari itu.", selanjutnya beliau berkata: "Saya lebih berhak atas Musa dari kalian." Maka beliau berpuasa dan memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk berpuasa pada hari itu." (H.R. Bukhari) 
Dalam hadits lain juga menjelaskan, 
"'Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menganggapnya sebagai hari raya." Maka Nabi saw. bersabda: "Berpuasalah kalian pada hari itu." (H.R. Muslim) 
Adapun Fadhilah atau Keutamaan berpuasa pada hari 'Asyura, Dari Abu Qotadah bahwa Rasulullah bersabda,
"Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun, sedangkan Puasa 'Asyura menghapus dosa satu tahun sebelumnya." (H.R. Muslim) 
Demikianlah posting mengenai Makna Bulan Muharram dan Keutamaan Puasa 'Asyura,
Semoga bermanfaat.

Monday, October 6, 2014

Pengertian Ikhtiar dan Tawakal beserta Hikmahnya

Apa Itu Ikhtiar? 
Kata ikhtiar diambil dari bahasa Arab, yakni 'ikhtaara' yang artinya memilih. Sementara dalam bentuk kata kerja, ikhtiar berarti pilihan atau memilih hal yang baik (khair).

Sedangkan menurut istilah, ikhtiar adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya dalam usaha mendapatkan yang terbaik, agar tujuan hidupnya selamat sejahtera di dunia dan di akhirat.


Ikhtiar
Ikhtiar


Ikhtiar bukan hanya usaha, atau semata-mata upaya untuk menyelesaikan persoalan yang tengah membelit. Ikhtiar adalah konsep Islam dalam cara berpikir dan mengatasi permasalahan. Dalam ikhtiar terkandung pesan taqwa, yakni bagaimana kita menuntaskan masalah dengan mempertimbangkan apa yang baik menurut Islam, dan kemudian menjadikannya sebagai pilihan apapun konsekuensinya, dan meskipun tidak populer atau terasa berat.

Ikhtiar berarti tidak mengenal putus asa, dan yakni bahwa rahmat Allah pasti datang setelah berikhtiar. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berikhtiar, dan melarang hamba-Nya untuk berputus asa. Sebagaimana perintah Nabi Ya'kub a.s. kepada Anak-anaknya untuk terus berikhtiar dalam mencari berita tentang Nabi Yusuf a.s. dan adiknya Bunyamin. Hal tersebut diabadikan Allah swt. dalam Al-Qur'an yang artinya: 
"Hai anak-anakku, pergilah kamu, carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Q.S. Yusuf:87) 
Dan Allah juga berfirman yang artinya: 
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka." (Q.S. Ar-Ra'd:11)
Ayat diatas menjelaskan bahwa manusia sebagai hamba Allah diperintahkan untuk berusaha, bukan untuk berleha-leha. Sebab, rahmat Allah turun kepada kita melalui sebab atau usaha yang kita lakukan. Artinya, kita jangan pernah berputus asa dalam mencari rahmat dan ridha Allah swt.

Setelah berikhtiar dengan segala kemampuan kita, seharusnya kita menyerahkan segala usaha kita kepada Allah swt. atau yang dinamakan dengan tawakal.

Apa Itu Tawakal? 
Tawakal diambil dari bahasa Arab, yakni 'Tawakul' yang artinya bersandar atau berserah diri. Tawakal diambil dari kata 'wakala' yang artinya mewakilkan, maka tawakal berarti memberikan perwakilan, kepasrahan, dan penyerahan diri kepada Allah swt.

Secara istilah, tawakal artinya berserah diri dan berpegang teguh kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Tawakal merupakan sikap bersandar dan mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah swt.


Tawakal kepada Allah
Tawakal kepada Allah

Tawakal memiliki dua unsur pokok, yaitu berserah diri dan berpegang teguh. Kedua-duanya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Artinya, tidak dapat dikatakan tawakal jika belum berserah diri secara ikhlas. Tidak dapat pula dikatakan tawakal, jika belum berpegang teguh kepada-Nya, belum kokoh keyakinannya kepada kekuasaan-Nya yang tidak terbatas, keadilan-Nya, kebijaksanaan-Nya, kasih sayang-Nya dalam mengatur segala sesuatu dengan sempurna.

Allah memerintahkan kita untuk senantiasa bertawakal kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya: 
"Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplak Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hama-Nya." (Q.S, Al-Furqan:58)
Tawakal, dalam artian berserah diri kepada Allah, berarti kita membatasi tawakal semata-mata hanya kepada Allah swt, dan berkeyakinan kuat bahwa Allah swt, Maha Mampu mewujudkan semua permintaan dan kebutuhan hamba-hamba-Nya sesuai kehendak-Nya.

Hikmah dari Ikhtiar 
1. Selalu optimis dan tidak pernah berputus asa, karena selalu yakin bahwa suatu saat ia pasti meraih hasil dari usaha dan kerja kerasnya.
2. Tidak merasakan lelah dan payah dalam berusaha, karena ia yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang mau berusaha dan berikhtiar.
3. Tidak pernah merasa khawatir terhadap segala macam kegagalan, karena ia memahami dengan baik bahwa setiap usaha memang beresiko gagal. Namun, hal tersebut diambil sebagai hikmah bahwa di balik kegagalan pasti ada kesuksesan.

Hikmah dari Tawakal
1. Dicukupkan rezekinya oleh Allah swt. dan merasakan ketenangan. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah swt. yang artinya: 
"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." (Q.S. At-Thalaq:3)
2. Dikuatkan imannya, dijauhkan dari setan. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah swt. yang artinya: 
"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya." (Q.S. An-Nahl:99) 
Demikianlah postingan mengenai Pengertian Ikhtiar dan Tawakal beserta Hikmahnya,
Semoga bermanfaat, dan mudah-mudahan dapat diambil hikmah dan manfaat dibalik sifat dan perilaku Ikhtiar dan Tawakal dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a'lam bisshawwab,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Wednesday, September 24, 2014

Apa Itu Puasa Arafah dan Keutamaannya?

Salah satu amalan sunnah yang sering dilakukan Rasulullah saw. pada bulan Dzulhijjah adalah Puasa Arafah. Sebagai seorang muslim, sebaiknya kita tidak meninggalkan amalan sunnah ini, karena Puasa Arafah sangat dianjurkan untuk setiap umat muslim, dan hukumnya sunnah muakkad.

Hari Arafah
Hari Arafah

Pengertian Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada Hari Arafah, yakni pada hari ke sembilan dibulan Dzulhijjah. Puasa Arafah ini sangat dianjurkan bagi setiap umat muslim yang tidak menunaikan ibadah haji.

Jika Puasa Arafah itu merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) maka rugilah bila kita meninggalkannya.

Keutamaan Puasa Arafah
Dari Abu Qatadah Al-Anshariy, ia berkata bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa (kesalahan) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (H.R. Muslim No. 1162)
Namun dengan adanya hadits diatas, janganlah kita menjadikan alasan puasa Arafah untuk menghapus dosa kita sehingga kita berfikir bebas untuk mengerjakan perbuatan yang berdosa.
Keutamaan lain adalah ketika berpuasa Arafah kita disunnahkan untuk memperbanyak do'a, karena hari Arafah merupakan waktu yang mustajab untuk berdo'a.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. bersabda:
"Sebaik-baik do'a adalah do'a pada hari Arafah." (H.R. At-Tirmidzi)
Keutamaan lainnya di hari Arafah adalah pembebasan dari api neraka. Menurut para ulama, pembebasan dari api neraka ini bukan hanya kepada jama'ah haji yang sedang wukuf di Arafah, melainkan juga kepada umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. bersabda:
"Diantara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: "Apa yang diinginkan oleh mereka?" (H.R. Muslim)
Pada tahun ini, Insya Allah hari Arafah akan jatuh pada hari Sabtu tanggal 4 Oktober 2014. Semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita, untuk sanggup menjalankan ibadah puasa Arafah dan dapat meraih keutamaan dan ridha Allah swt, Aamiin.

Wallahu a'lam bisshawwab.

Thursday, September 11, 2014

Waktu-Waktu yang Mustajab Untuk Berdo'a Agar Dikabulkan oleh Allah swt

TUTORIAL BLOGZ - Allah swt. memberikan waktu-waktu tertentu yang menganjurkan kita untuk berdo'a kepadanya. Sebagai seorang muslim, sebaiknya kita memanfaatkan waktu-waktu yang memiliki keutamaan dan kemuliaan untuk berdo'a, agar dikabulkan do'a kita oleh Allah swt.

Waktu-Waktu yang Mustajab Untuk Berdo'a Agar Dikabulkan oleh Allah swt
Berdoa kepada Allah swt.

Allah swt. berfirman:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku." (Q.S. Al-Baqarah:186)
Berikut Waktu-Waktu yang Mustajab Untuk Berdo'a Agar Dikabulkan oleh Allah swt:

1. Ketika Adzan Berkumandang dan Ketika perang berkecamuk
Rasulullah saw. bersabda:
"Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang." (H.R. Abu Dawud).
2. Diantara Adzan dan Iqamah
Rasulullah saw. bersabda:
"Doa diantara adzan dan iqamah tidak tertolak." (H.R. At-Tirmidzi)
3. Ketika sepertiga malam terakhir
Rasulullah saw. bersabda:
"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: "Orang yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Aku ampuni." (H.R. Bukhari Muslim)
4. Ketika sedang Sujud dalam Shalat
Rasulullah saw. bersabda:
"Seorang yang berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu." (H.R. Muslim)
5. Ketika sebelum Salam pada Shalat wajib
"Ada yang bertanya: "Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah?" Rasulullah saw. bersabda: "Diakhir malam dan diakhir shalat wajib." (H.R. At-Tirmidzi)
6.  Ketika turun Hujan
Rasulullah saw. bersabda:
"Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun." (H.R. Al-Hakim)
7. Ketika Hari Arafah
Rasulullah saw. bersabda:
"Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah." (H.R. At-Tirmidzi)
8. Ketika Hari Jum'at
"Rasulullah saw. menyebutkan tentang hari Jum'at, kemudian beliau bersabda:
"Didalamnya terdapat waktu. Ketika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta." Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut." (H.R. Bukhari Muslim)
9. Pada hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar
Jabir bin Abdillah r.a. berkata:
"Nabi saw. berdoa dimasjid Al-Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa, dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau."
Riwayat lain menjelaskan:
"Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara shalat Dzuhur dan Ashar." (H.R. Ahmad)
10. Ketika Berbuka Puasa
Rasulullah saw. bersabda:
"Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzalimi." (H.R. At-Tirmidzi, Ibnu Hibban)
11. Ketika Malam Lailatul Qadar
Ummul Mu'minin Aisyah r.a. bercerita:
"Aku bertanya kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan Malam Lailatul Qadar?  Beliau saw. bersabda: "Berdoalah, Allahumma Innaka 'Afuwwun Tuhibbul Afwaa fa'fu 'annii (Artinya: "Ya Allah,  sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku." (H.R. At-Tirmidzi, Ibnu Majah)
12. Ketika Minum Air Zam-Zam
Rasulullah saw. bersabda:
"Khasiat Air Zam-Zam itu sesuai dengan niat peminumnya." (H.R. Ibnu Majah)
Demikianlah hal-hal mengenai Waktu-Waktu yang Mustajab yang menganjurkan kita Untuk Berdo'a Agar Dikabulkan oleh Allah swt. Semoga Allah swt. mengabulkan doa-doa kita dan mudah-mudahan segala ibadah kita diterima oleh Allah swt, Aaamiin.

Wallahu a'lam bisshawwab.
Wassalamu'alaikum.

Saturday, September 6, 2014

Pengertian Sabar, Macam-Macam Sabar, dan Keutamaan Sabar dalam Islam

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa kabar para pembaca dimana pun berada? Semoga kita semua dalam lindungan Allah swt. Aaamiin. Pada posting ini, admin akan berbagi mengenai pengertian sabar dan keutamaan bagi orang-orang yang memiliki sikap sabar dalam Islam.

Sabar

Pengertian Sabar
Sabar secara bahasa berasal dari kata 'shabara - yashbiru' yang berarti menahan atau mengekang. Sedangkan menurut istilah, sabar memiliki arti menahan diri terhadap cobaan atau segala sesuatu dengan tujuan untuk mengharap ridha dan pahal dari Allah swt semata. Sabar juga dapat diartikan menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya dengan syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menjaga anggota tubuh dari perbuatan dosa atau maksiat.

Allah swt. menyerukan dan memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bersabar dalam menghadapi segala cobaan dan ujian dari-Nya, sebagai bukti kecintaan hamba kepada-Nya. 

Macam-macam Sabar
Sabar dari segi agama dibagi menjadi empat, antara lain:
1. Sabar menjalankan ibadah shalat lima waktu, sebagai kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap orang Islam yang sudah Baligh.
2. Sabar menghadapi cobaan duniawi, artinya sabar menahan hawa nafsu yang selalu menginginkan kemewahan dunia, dan melaksanakannya menurut kemampuan, serta sekaras dengan tuntutan agama.
3. Sabar menjauhi kemaksiatan, yaitu menjauhi segala kemaksiatan yang menggodanya dan tidak mau mengerjakan, meskipun mudah dan enak dirasakan.
4. Sabar atas semua urusan manusia, sehingga tidak mau menandingi atau membalas kejahatan orang lain. Apapun yang dibuat atas dirinya meskipun menyakitkan atau menjengkelkan hati, selalu diterimanya dengan sikapnya yang sabar, bahkan memaafkan orang-orang yang berbuat jahat padanya.

Ciri-ciri orang yang Sabar
berikut ini adalah ciri-ciri orang yang memiliki sikap sabar:
1. Tidak mudah marah
2. Mampu menjaga lisannya dari perkataan kotor
3. Rajin beribadah
4. Suka bersedekah dan menolong orang lain
5. Senantiasa mengalah demi kebaikan
6. Selalu bersyukur kepada nikmat Allah swt.
7. Ikhlas apabila menerima musibah
8. Menyadari bahwa setiap cobaan itu pasti ada hikmah dibaliknya

Pentingnya Sabar
Sabar merupakan salah satu sikap yang sangat kita perlukan, karena dengan adanya sikap sabar dalam diri kita, kita akan mampu menghadapi setiap cobaan dan ujian dari Allah swt. Berikut adalah pentingnya memiliki sikap sabar:
1. Membuat segala permasalahan menjadi mudah, karena yakin bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.
2. Pantang menyerah dalam menghadapi segala permasalahan, karena yakin bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan seorang manusia.
Allah swt. berfirman:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..." (Q.S. Al-Baqarah:286)
3. Semakin dekat dan disayang oleh Allah, karena yakin atas janji Allah bahwa Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar. (Q.S. Al-Baqarah:153)
4. Disayang orang-orang disekitarnya, karena sikap pemaaf dan sabar yang dimilikinya, orang lain akan merasa senang dan nyaman ketika berada didekatnya.

Keutamaan Sabar
1. Mendapatkan pahala yang berlipat oleh Allah swt.
Allah swt. berfirman:
"Sesungguhlah hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Q.S. Az-Zumar:10)
2. Dicintai oleh Allah swt.
Allah swt. berfirman:
"Dan Allah menyukai orang-orang yang Sabar." (Q.S. Ali-Imran:146)
3. Memperoleh berita yang menyenangkan.
4. Terbebas dari siksa api neraka.
5. Orang yang bersabar senantiasa bersama dengan Allah swt.
Allah swt. berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang Sabar." (Q.S. Al-Baqarah:153)
Wallahu a'lam wisshawwab, 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Friday, September 5, 2014

Mengapa Kita Harus Bersyukur Kepada Allah swt?

Kita hidup didunia ini merupakan tanda dari kebesaran Allah swt. Allah menciptakan kita dengan sifatnya yang Maha Pencipta. Kita diberi segala kenikmatan oleh Allah swt, Kita diberi nikmat hidup, nikmat umur, nikmat sehat, nikmat rezeki, dan berbagai nikmat lainnya yang Allah berikan kepada kita. Bahkan kita tidak dapat menghitung berapa nikmat yang Allah beri kepada kita. Namun, pernahkah terlintas dalam pikiran kita bahwa semua kenikmatan yang Allah berikan kepada kita itu merupakan pemberian-Nya kepada kita supaya kita bersyukur kepada-Nya.
 
Allah swt. berfirman:
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku" (Q.S. Al-Baqarah:152)

Kita hendaknya menyadari sepenuhnya bahwa semua nikmat yang kita peroleh, baik besar maupun kecil, banyak maupun sedikit, itu semua merupakan anugerah dan rahmat yang datangnya dari Allah swt semata.

Allah swt. berfirman:
"Segala nikmat yang ada pada diri kalian (datangnya) dari Allah." (Q.S. An-Nahl:53)

Kita yang setiap hari masih bisa makan, masih bisa merasakan indahnya hidup bersama keluarga, teman, serta kerabat kita. Kita sebagai makhluk hidup didunia ini pantaslah senantiasa bersyukur terhadap nikmat-nikmat Allah swt. Karena rasa syukur akan membuat hidup kita menjadi berkah, karena rasa syukur juga dapat membuat hidup kita menjadi nyaman, tenteram, dan damai. Rasa syukur dalam diri kita membuat kita semakin dekat kepada Allah swt dan semakin bertambah cinta kita kepada-Nya.

Bersyukur Kepada Allah swt
Bersyukur Kepada Allah swt

Bagaimana cara kita bersyukur kepada Allah swt? salah satu bentuk syukur kita adalah dengan membaca kalimat "Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin". Namun, semudah itukah kita menyebut kalimat tersebut? Ketika seseorang telah yakin bahwa semua nikmat yang ia peroleh itu datangnya dari Allah, karena begitu besar rasa syukur yang ada pada dirinya, maka spontan ia akan mengucap kalimat "Alhamdulillah". Bahkan, ketika kita hendak memuji seseorang karena kebaikannya, maka hakikat pujian tersebut harus semata-mata tertuju kepada Allah swt. Sebab, Allah adalah Pemilik Segala Kebaikan.

Selain bersyukur secara lisan, kita juga dapat mensyukuri nikmat Allah dengan beribadah kepada-Nya dengan keimanan dan ketaqwaan yang ada dalam diri kita. Amal kebaikan kita juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah swt. Misalnya ketika kita mendapat kenikmatan oleh Allah berupa nikmat sehat, hendaknya kita bersyukur dengan menjaga kesehatan tubuh kita. Kemudian jika kita mendapat nikmat rezeki berupa harta kekayaan dan lain sebagainya, hendaknya kita membagikan sebagian harta kita terhadap orang lain yang membutuhkan. Itulah contoh rasa syukur kita kepada Allah swt.

Oleh sebab itu, marilah kita tingkatkan rasa syukur kita kepada Allah swt, itu semua dapat dilakukan dengan melaksanakan perintah Allah, dengan meningkatkan ibadah Shalat kita, membaca qur'an, berdzikir dan berdo'a kepada Allah, dan lain sebagainya. Selain itu juga hendaknya kita menjauhi segala larangan-larangan Allah dan perbuatan yang merusak iman kita, seperti berbuat maksiat, munafiq, ingkar, dan melakukan perbuatan syirik kepada Allah swt. Na'udzubillahi min dzaalik.

Allah swt. berfirman:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sungguh adzab-Ku amat pedih," (Q.S. Ibrahim:7)

Wallahu a'lam bishawwab.